Posts

Penggolongan Obat Hipertensi

HIPERTENSI Definis Hipertensi Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Sedangkan pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg.˙ Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan JNC VII Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Normal 120 80 Prahipertensi 120-139 80-89 Stage I 140-159 90-99 Stage II > 160 > 100 Tanda dan Gejala Hipertensi Pada pemeriksaan fisik, tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi, tetapi dapat pula ditemukan perubahan retina seperti perdarahan, eksudat, penyempitan pembuluh darah, dan pada kasus berat dapat ditemukan edema pupil (edema pada diskus optikus). Geala hipertensi antara lain sakit kepala bagian belakang, kaku kuduk, sulit itdur, gelisah, kepala pusing, dada berdebar-debar, lemas...

Penggolongan Obat

Definisi Obat Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagonsis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkata kesehatan dan kontrasepsi. Penggolongan Obat Untuk memudahkan pengawasan, penggunaan dan pemantauan obat digolongkan sebagai berikut 1.     Penggolongan obat berdasarkan keamanan (Permenkes No.949/Menkes/Per/VI/2000 tentang Penggolongan Obat) a.     Obat Bebas Obat golongan ini termasuk obat zang relatif paling aman, dapat diperoleh tanpa resep dokter, selain di apotek juga dapat diperoleh ditoko obat. Obat bebas dalam kemasannya ditandai dengan lingkara erwarna hijau. Contohnya adalah paracetamol, viamin C, acetasol (aspirin), dll. b.     Obat Bebas Terbatas Obat golongan ini juga relatif aman selama pemakainnya mengikuti aturan pakai yang ada. Pa...

MAKALAH "VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR AMOXICILIN DAN IBUPROFEN DALAM SEDIAAN TABLET DENGAN MENGGUNAKAN METODE KCKT"

Image
BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Kromotografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dikembangkan pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Kegunaan umum KCKT adalah untuk pemisahan sejumlah senyawa organik, anorganik, maupun senyawa biologis, analisis ketidakmurnian (impurities) , analisis senyawa-senyawa tidak mudah menguap (non-volatil), penentuan molekul-molekul netral, ionik, maupun zwitter ion , isolasi dan pemurnian senyawa, pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah sekelumit, dalam jumlah banyak, dan dalam skala proses industri. KCKT dapat digunakan baik untuk analisis kualitatif maupun kauntitatif Validasi metode pada penetapan kadar ibuprofen secara in vitro menggunakan matriks plasma darah tikus jantan wistar sebagai hewan percobaan perlu dilakukan untuk mendapatkan metode valid yang dapat dipercaya pada penetapan kadar ibuprofen secara in vivo (studi farmakokinetika dan uji bioavalibilitas-bioekivalensi) maupun uji klinis pada manusia. Validasi met...